Pembangunan Bali

By
Advertisement
Tema: Pariwisata dan Keutuhan Budaya Bali.
Oleh: I Putu Deny A.S.P.

Bali merupakan suatu wilayah/teritori Indonesia yang tidak asing bagi dunia internasional karena popularitasnya, khususnya keindahan alam dan keunikan budaya/adat istiadatnya. Bahkan popularitas wilayah kepulauan yang terdiri dari Pulau Bali (Daratan Utama Bali/Balinese Mainland), Pulau Menjangan, dan Kepulauan Nusa Penida (Pulau Nusa Lembongan, Pulau Ceningan, dan Pulau Nusa Penida) mengalahkan nama Indonesia sebagai negara induk dari wilayah kepulauan ini sebab berdasarkan salah satu opini sebagian besar masyarakat internasional, khususnya wisatawan mancanegara akan menanyakan posisi Indonesia pada sebelah manakah Bali. Dengan demikian, Bali merupakan salah satu tulang punggung utama perekonomian Indonesia karena industri pariwisatanya. Namun sebagai wilayah wisata internasional, tentunya Bali tidak dapat terelakkan dari arus pengaruh budaya dunia atau yang terkadang umumnya disebut pula sebagai pengaruh globalisasi.

Pada suatu sisi, pengaruh-pengaruh budaya luar yang masuk ke Bali memberikan sisi positif/manfaat yang semakin memperkaya kekayaan Budaya Bali. Namun pada sisi lain, pengaruh-pengaruh budaya luar akan menjadi ancaman bagi Budaya Bali yang telah eksis bila kita sebagai Masyarakat Bali yang memang pada hakikatnya menjadi pemilik sah budaya kita ini tidak mawas diri. Semakin pesatnya perkembangan teknologi serta pembangunan di seantero Bali turut mempermudah arus masuk pengaruh-pengaruh dari luar Bali. Namun perkembangan pembangunan maupun teknologi yang tak terkendali di Bali, terutama bila tidak mengindahkan kearifan lokal, akan mendekatkan Bali dengan potensi ancaman yang masuk seiring pengaruh-pengaruh luar yang masuk ke Bali.

Dalam menghadapi segala pengaruh luar yang masuk ke Bali, diperlukan pembangunan/pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia) Bali supaya Masyarakat Bali dapat menikmati hasil dari perkembangan pembangunan di seantero Bali seiring semakin berkembangnya industri Pariwisata Bali. Namun pembangunan/pengembangan SDM Bali mesti sepadan dengan pembangunan/pengembangan Kebudayaan Bali sebagai suatu roh dari Bali itu sendiri yang telah menjadi magnet bagi dunia sehingga masyarakat dari penjuru dunia telah datang dan mengenal Bali. Tentu kita tidak menginginkan Bali kehilangan rohnya apabila kebudayaannya semakin terkikis oleh pengaruh-pengaruh luar (asing).

Pendidikan menjadi poin mutlak bagi pembangunan SDM Bali agar Masyarakat Bali tidak semakin terpinggirkan di daerahnya sendiri dengan semakin berkembangnya pembangunan Bali. Pemerataan pembangunan/pengembangan pendidikan di seluruh daerah di Bali serta memberikan kesempatan pendidikan bagi setiap masyarakat untuk mengenyam pendidikan setinggi-tingginya sudah semestinya dilaksanakan demi kemajuan perkembangan SDM Bali. Tentu pembangunan SDM dengan pendidikan tidak serta merta memusnahkan kebudayaan Bali sebab dalam proses pendidikan pun masyarakat khususnya generasi-generasi muda (anak-anak dan remaja) tetap didik untuk mencintai kebudayaannya sendiri yang merupakan warisan leluhur-leluhurnya.

Kini Bali patut pula berbangga bahwa perkembangan teknologi khususnya Teknologi Informasi dapat turut membantu dan bahkan mengembangkan Budaya Bali dalam integrasi dalam piranti teknologi serta semakin memperkenalkan Bali ke dunia bahwa Bali tidak hanya dikenal karena pariwisatanya tetapi karena SDM-nya pula. Contoh perkembangan teknologi yang turut membantu mempertahankan Kebudayaan Bali, mengembangkan Budaya Bali, serta memperkenal Bali terhadap dunia bahwa Bali tidak hanya tersohor karena pariwisatanya tetapi perkembangan SDM-nya ialah pencarian kata kunci dalam Bahasa Bali di Situs Mesin Pencari Google, Kamus Bahasa Bali Online, Industri Software Bamboomedia, aplikasi mobile berbasis Android untuk Gamelan Bali Digital, dan sebagainya. Bahkan bukan tidak mungkin bila suatu saat nanti, Bali akan memiliki produk-produk teknologi hasil produksi sendiri seperti robot yang dapat berkomunikasi dalam Bahasa Bali, sistem operasi komputer beserta aplikasi-aplikasi di dalamnya yang dominan berciri khas Bali, dan industri-industri teknologi lainnya seperti industri pembuatan/perakitan komputer/perangkat-perangkat elektronik, bahan-bahan semikonduktor untuk perangkat elektronik, serta transportasi (sepeda motor, mobil, sepeda, kereta api, dah bahkan pesawat) dengan buatan putra-putri terbaik Bali. Selain itu, dengan pembangunan SDM pun, Bali akan melahirkan pula putra-putri terbaiknya yang memberikan sumbangan bagi perkembangan dunia misalnya dengan mencetak astronom yang turut bersumbangsih dalam memecahkan misteri alam semesta, ilmuan yang turut bersumbangsih dalam menciptakan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta diplomat handal yang turut berdiplomasi bagi perdamaian dunia dan menciptakan gagasan dalam menyelesaikan suatu konflik/sengketa secara damai.

Dengan demikian dunia akan semakin mengenal Bali pada sisi perkembangan pendidikan dan teknologinya, yang akan mengejar Jepang dalam pembangunan SDM namun tetap mempertahankan kebudayaan sebagai roh dirinya. Dengan demikian, kondisi ini membuat Indonesia semakin dikenal dunia sebab Bali merupakan bagian integral dari Indonesia. Jadi pembangunan Bali sebagai imbas perkembangan pariwisatanya tidak harus mengorbankan kebudayaannya, namun semakin memperkokohkan budaya dalam lingkup pembangunan Bali. Bila pada akhirnya Budaya Bali punah dan SDM/masyarakatnya semakin terpinggirkan/termarginalkan, apakah Bali akan tetap menjadi magnet bagi dunia?

0 comments:

Post a Comment